Minggu, 17 April 2011
BAB 2 Definisi Akuntansi Internasional
sebagai akuntansi untuk transaksi antar negara, pembandingan prinsip-prinsip akuntansi di negara-negara yang berlainan dan harmonisasi standar akuntansi di seluruh dunia. Suatu perusahaan mulai terlibat dengan akuntansi internasional adalah pada saat mendapatkan kesempatan melakukan transaksi ekspor atau impor. Ekspor diartikan sebagai penjualan ke luar negeri dan dimulai saat perusahaan penjual domestic mendapatkan order pembelian dari perusahaan pembeli asing. Kesulitan – kesulitan mulai timbul pada saat perusahaan domestik ingin melakukan investigasi terhadap kelayakan perusahaan pembeli asing. Jika pembeli diminta untuk memberikan informasi finansial berkaitan dengan perusahaannya, ada kemungkinan bahwa informasi finansial tersebut tidak mudah diinterpretasikan, mengingat adanya asumsi-asumsi akuntansi dan prosedur akuntansi yang tidak lazim di perusahaan penjual.
Sebagian besar perusahaan yang baru terjun di bisnis internasional bisa meminta bantuan kepada bank atau kantor akuntan dengan keahlian internasional untuk menganalisis dan mengintepretasikan informasi finansial tersebut. Hal lain yang harus diantisipasi adalah jika pembeli membayar dalam mata uang asing. Misalnya, sebuah perusahaan di Indonesia melakukan ekspor hasil produksinya kepada perusahaan di Amerika Serikat, dan pembeli membayar dalam dollar Amerika Serikat. Perusahaan domestik harus mengantisipasi adanya rugi atau untung potensial yang mungkin timbul karena perubahan nilai tukar antara saat order pembelian dicatat dengan saat pembayaran diterima.
Pelaksanaan ekspor melibatkan banyak pihak seperti perusahaan pengiriman, asuransi, bea cukai serta dokumen-dokumen penunjang lainnya yang disyaratkan luas di seluruh dunia. Dalam hal ini tentunya juga perlu adanya antisipasi atas segala biaya yang pada umumnya melibatkan pemakaian mata uang yang berbeda. Untuk impor, kondisi-kondisi di atas sebaliknya akan ditemui oleh perusahaan penjual asing. Kondisi yang harus dipertimbangkan oleh perusahaan pembeli domestik adalah nilai tukar mata uang domestik terhadap mata uang asing yang disepakati sebagai denominasi pembayaran. Termasuk di dalamnya adalah pembayaran kepada forwarder dan perusahaan pengiriman jika impor dilakukan dengan syarat free on board. Keterlibatan perusahaan dalam akuntansi internasional juga tidak dapat dihindarkan saat perusahaan membuka operasi di luar negeri, baik yang hanya berupa pemberian lisensi produksi terhadap perusahaan milik pihak lain di luar negeri maupun pendirian anak perusahaan di luar negeri. Dalam hal pemberian lisensi, perusahaan perlu mengembangkan sistem akuntansi yang memungkinkan pemberi lisensi untuk melakukan pengawasan atas pelaksanaan perjanjian kerja, pembayaran royalty dan bimbingan teknis serta pencatatan pendapatan dari luar negeri dalam kaitannya dengan pajak yang harus dibayar perusahaan.
Akuntansi untuk operasi anak perusahaan di luar negeri harus sesuai dengan aturan-aturan yang ditetapkan oleh pemerintah dan institusi yang berwenang di negara yang bersangkutan, yang berbeda dengan aturan-aturan di negara induk perusahaan. Selain itu harus dibuat juga sistem informasi manajemen untuk memonitor, mengawasi dan mengevaluasi operasi anak perusahaan serta membuat sistem untuk melakukan konsolidasi hasil operasi perusahaan induk dan anak.
Akuntansi internasional menjadi semakin penting dengan banyaknya perusahaan multinasional (multinational corporation) atau MNC yang beroperasi di berbagai negara di bidang produksi, pengembangan produk, pemasaran dan distribusi. Di samping itu pasar modal juga tumbuh pesat yang ditunjang dengan kemajuan teknologi komunikasi dan informasi sehingga memungkinkan transaksi di pasar modal internasional berlangsung secara real time basis.
BAB 1 Akuntansi Internasional
Perkembangan yang cepat dalam pasar modal global dan aktivitas investasi lintas batas memberi arti bahwa dimensi internasional dari akuntansi menjadi semakin penting dari masa sebelumnya bagi kalangan professional yang harus berhubungan dalam satu cara atau cara lain dalam lingkup ini. Akuntansi memainkan peranan yang sangat penting dalam masyarakat. Tujuan dari akuntansi adalah menyediakan informasi yang dapat digunakan oleh pengambil keputusan untuk membuat keputusan ekonomi.
Dalam dunia usaha, akuntansi merupakan suatu alat informasi, dimana akuntansi memberikan informasi yang akurat untuk pengambilan keputusan. Akuntansi memberikan informasi mengenai perusahaan dan transaksinya untuk memfasilitasi keputusan alokasi sumber daya oleh para pengguna. Jika informasi dapat diandalkan dan bermanfaat, maka sumber daya yang terbatas dapat dialokasikan optimal.
Akuntansi internasional memiliki peranan yang serupa dengan konteks yang lebih luas, dimana lingkup pelaporannya adalah untuk perusahaan multinasional dengan transaksi dan operasi lintas batas negara atau perusahaan dengan kewajiban pelaporan kepada para pengguna laporan di negara lain.
Proses akuntansinya pun tidaklah berbeda dan dengan kualifikasi standar pelaporan tertentu yang diatur secara internasional maupun lokal pada negara tertentu. Tapi penting untuk diketahui mengenai dimensi internasional dari proses akuntansi pada tiap negara yang berbeda. Dimana perbedaan itu meliputi, perbedaan budaya, praktik bisnis, struktur politik,sistem hukum,nilai mata uang,tingkat inflasi lokal, risiko bisnis, dan serta aturan perundang-undangan mempengaruhi bagaimana perusahaan multinasional melakukan kegiatan operasionalnya dan memberikan laporan keuangannya.
Akuntansi mencakup beberapa proses yang luas :
• Pengukuran
Memberikan masukan mendalam mengenai probabilitas operasi suatu perusahaan dan kekuatan posisi keuangan.
• Pengungkapan
Proses dimana pengukuran akuntansi dikomunikasikan kepada para pengguna laporan keuangan dan digunakan dalam pengambilan keputusan.
• Auditing
Proses dimana para kalangan professional akuntansi khusus (auditor) melakukan atestasi ( pengujian ) terhadap keandalan proses pengukuran dan komunikasi
Minggu, 16 Mei 2010
JURNAL 2
• Kesimpulan jurnal ekonomi yang berjudul “UTANG LUAR NEGERI PEMERINTAH INDONESIA : PERKEMBANGAN DAN DAMPAKNYA” oleh adwin surya atmadjaya, dosen fakultas ekonomi Universitas Kristen Petra.
Perkembangan jumlah utang luar negri Indonesia dari tahun ke tahun cendrung mengalami peningkatan. Hal ini tentu saja menimbulkan berbagai konsekuensi bagi bangsa Indonesia, baik dalam periode jangka pendek maupun jangka panjang. Dalam periode jangka pendek, utang luar negri harus diakui telah memberikan kontribusi yang cukup berarti bagi pembiayaan pembangunan ekonomi nasional sehingga dengan terlaksananya pembangunan ekonomi tersebut, tingkat pendapatan perkapita masyarakat bertumbuh selama tiga dasawarsa sebelum terjadinya krisis ekonomi. Terjadinya krisis ekonomi di Indonesia, yang didahului oleh krisis moneter di asia tenggara, telah banyak merusak sendi-sendi perkonomian Negara yang telah dibangun selama PJPI dan awal PJP 11. Penyebab utama terjadinya krisis ekonomi di Indonesia, juga sebagian Negara-negara ASEAN adalah ketimpangan neraca pembayaran internasional. Defisit current account di tutup dengan surplus capital account, terutama dengan modal yang bersifat jangka pendek yang relative fluktuatif. Sehingga, apabila terjadi rush akan mengancam posisi cadangan devis Negara, yang akhinya akan mengakibatkan terjadinya krisis nilai tukar mata uang nasional terhadap valuta asing. Hal inilah yang menyebabkan beban utang luar negri Indonesia, termasuk utang luar negri pemerintah bertambah besar bila di hitung berdasarkan nilai mata uang rupiah.
Semakin bertambahnya utang luar negri pemerintah, berarti juga semakin memberatkan posisi APBN RI, karena utang luar negri tersebut harus dibayarkan beserta dengan bunganya. Ironisnya, semasa krisis ekonomi, utang luar negri itu harus dibayar dengan menggunakan bantuan dana dari luar negeri, yang artinya sama saja dengan utang baru, karena pada saat krisis ekonomi penerimaan rutin pemerintah, terutama dari sector pajak, tidak dapat ditingkatkan sebanding dengan kebutuhan anggaran belanjanya. Dalam jangka panjang akumulasi dari utang luar negri pemerintah ini tetap saja harus dibayar melalui APBN, artinya menjadi tanggung jawab para wajib pajak. Dengan demikian, maka dalam jangka panjang pembayaran utang luar negeri oleh pemerintah Indonesia sama artinya dengan mengurangi tingkat kemakmuran dan kesejahteraan rakyat Indonesia mendatang.
Adalah suatu hal yang tepat, bila utang luar negeri dapat membantu pembiayaan pembangunan ekonomi di Negara-negara dunia ketiga termasuk Indonesia untuk meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan rakyatnya. Tetapi penggunaan utang luar negeri yang yidak dilakukan dengan bijaksana dan tanpa perinsip kehati-hatian dalam jangka panjang justru akan menjerumuskan Negara debitur kedalam krisis utang luar negeri yang berkepanjangan, yang sangat membebani masyarakat karena adanya akumulasi utang luar negeri yang sangat besar.
NAMA : RENALDY
NPM : 21207379
KELAS : 3EB05
MATA KULIAH : RISET AKUNTANSI
DOSEN : ISTICHANAH
JURNAL 1
• Kesimpulan dari jurnal ekonomi yang berjudul “ ASPEK-ASPEK BIAYA DALAM JASA INFORMASI (BIDANG PERPUSTAKAAN) “ Oleh Tri margono, Peneliti bidang perpustakaan Dokumentasi dan informasi Iptek-LIPI
Penetapan biaya pada setiap layanan jasa informasi ternyata dapat meningkatkan aktivitas layanan informasi itu sendiri. Olejh sebab itu pengelola informasi harus dapat menentukan biaya yang menjadi tanggunagan pengguna sebaik mungkin agar biaya yang telah ditetapkan tidak merugikan kedua belah pihak. Biaya tersebut penting bagi pengelola untuk pengawasan terhadap laju pertumbuhan jasa yang dikelolanya. Walaupun penentuan biaya sangat penting, namun pada kenyataannya puatakawan Indonesia belum sepenuhnya berinat dalam aktivitas penjualan jasa. Banyak pustakawan yang kurang tepat menentukan besarnya biaya produk jasa yang telah dihasilkan. Mereka lebih senang memfokuskan diri pada pengguna sebagai faktor penting dalam layanan jasa. Untuk mengatasi hal tersebut maka manajer perupstakaan harus memiliki pengetahuan dan kemampuan yang tinggi dalam menentukan besarnya biaya dan harga jasa informasi berdasarkan aturan dan perhitungan yang seksama. Oleh karena itu, kemampuan dalam melakukan analisis ekonomi memegang peran yang sangat penting dalam pengelolaan jasa layanan perpustakaan.
NAMA : RENALDY
NPM : 21207379
KELAS : 3EB05
MATA KULIAH : RISET AKUNTANSI
DOSEN : ISTICHANAH
Kamis, 13 Mei 2010
ABSTRAKSI 2
• Sumber Abstraksi: Zeji Nurfian, 21206089, 2009, Universitas Gunadarma “ANALISIS PERHITUNGAN HARGA POKO PRODUKSI DALAM MENENTUKAN HARGA JUAL DENGAN MENGGUNAKAN METODE FULL COSTING PADA PERUSAHAAN GELORA SUMBER MAKMUR”
Berdasarkan abstraksi dari Zeji Nurfian Yang berjudul Analisis perhitungan harga pokok produksi dalam menentukan harga jual dengan menggunakan metode full costing pada perusahaan gelora Sumber makmur furniture, dapat disimpulkan bahwa perusahaan menggunakan perhitungan sendiri harga pokok produksi untuk satu buah rak susun dengan harga jual sebesar Rp 2.570.730,75 dengan harga jual per lemari sebesar Rp 3.213.413,43. Sedangkan perhitungan menurut Metode Full costing di hasilkan harga jual rak susun sebesar Rp 2.812.648,9 dan harga jual per lemarai sebesar Rp 3.234.840,85.
Di lihat dari data yang telah di hasilkan bahwa pendekatan denagan metode Full costing ada perbedaan harga jual dari kedua produk tersebut. Dan dapat juga di lihat bahwa dengan menggunakan metode full costing harga jual untuk rak susun lebih besar Rp 241.918,15 dari perhitungan sendiri perusahaan. Dan untuk Harga jual lemari lebih besar Rp 21.427,42.
NAMA : RENALDY
NPM : 21207379
KELAS : 3EB05
MATA KULIAH : RISET AKUNTANSI
DOSEN : ISTICHANAH
ABSTRAKSI 1
• Sumber Abstraksi: Endawati, 20205421, 2008, Universitas Gunadarma “ANALISIS KOREKSI FISKAL TERHADAP LAPORAN LABA RUGI KOMERSIAL PADA RUMAH SAKIT ISLAM JAKARTA SKAPURA”
Berdasarkan abstraksi dari endawati yang berjudul analisis koereksi fiskal terhadap laporan laba rugi komersial pada rumah sakit islam Jakarta sukapura, dapat disimpulkan terdapat perbedaan antara laporan laba rugi pada rumah sakit islam Jakarta sukapura pada tahun 2005 yaitu laba menurut komersial sebesar Rp 775.262.596 dan laba menurut fiskal sebesar Rp 603.733.995. Rumah sakit islam Jakarta sukapura menderita kerugian, dan kerugiannya di konpensasikan ke tahun 2006, 2007, 2008, 2009, 2010.
Salah satu faktor perbedaan antara laporan laba rugi komersial dengan laba-rugi fiskal (Perpajakan) yaitu karena adanya beberapa pos yang harus di koreksi karena tidak diperkenankan mengurangi pajak. Pembukuan dapat diselenggarakan berdasarkan standar akuntansi dengan penyesuaian ketentuan perpajakan.
NAMA : RENALDY
NPM : 21207379
KELAS : 3EB05
MATA KULIAH : RISET AKUNTANSI
DOSEN : ISTICHANAH
Senin, 10 Mei 2010
Mengidentifikasi majalah ilmiah ekonomi
Judul : Daya saing Export Indonesia ke Amerika serikat, 1986-2003
Penulis : Ahmad Helmy Fuady
Waktu Penerbitan : 1 Juni 2007
Nama Majalah : Jurnal EKONOMI PEMBANGUNAN
Lembaga Penerbit : Balai penelitian dan Pengembangan Fakultas Ekonomi
Universitas Muhamadiah Surakarta
Volume dan nonor majalah: Volume 8, No 1, Juni 2007
Urutan Komponen Dalam Artikel:
Abstrak
Pendahuluan
Pembahasan
Kesimpulan
Identifikasi artikel:
Artikel ini Menggunakan basic research yang artinya menggunakan penelitian dasar berdarkan data yang di peroleh melalui sebuah metode Shift-share digunakan untuk satu digit impor AS data dari Negara-negara asia lainnya termasuk Indonesia.
Kesimpulan dari artikel ini adalah:
Ekspor Indonesia ke Amerika serikat(AS). Dibandingkan dengan Negara asia lainnya yaitu Thailand, Malaysia, Singapura, China, Korea Selatan, India selama periode 1986-2003. Bahwa daya saing ekspor Indonesia berubah dari waktu ke waktu, Indonesia mencapa kinerja terbaik dalam periode 1992-1997. Namun, Setelah krisis ekonomi 1997, indonesa menghadapi masalah serius, karena tidak ada ekspor yang memiliki daya saing di pasar AS.Dan menunjukan bahwa Cina telah berkembang secara konsisten, dan merupakan ancaman serius untuk eksport ke AS tidak hanya bagi Indonesia, tetapi juga untuk Negara lain
NAMA : RENALDY
NPM : 21207379
KELAS : 3EB05
MATA KULIAH : RISET AKUNTANSI
DOSEN : ISTICHANAH
Langganan:
Postingan (Atom)
